Namib Minerals mengatakan commissioning pabrik giling yang diperluas di How Mine telah selesai pada 8 Oktober 2026, lebih cepat dari tenggat pertengahan Oktober yang sebelumnya dikomunikasikan. Bagi investor yang mengikuti emiten tambang emas ini, langkah tersebut menandai tahap operasional berikutnya saat perusahaan bergerak menuju kapasitas penuh.

Perusahaan menyebut pemasangan dan commissioning pabrik itu diperkirakan akan menaikkan kapasitas proses bulanan How Mine dari sekitar 40.500 ton menjadi 55.000 ton. Namib Minerals juga mengatakan commissioning tersebut mewakili peningkatan kapasitas milling sekitar 36%.

Ketua sekaligus CEO Tulani Sikwila mengatakan, “Our focus now turns to a disciplined ramp-up to full capacity and to delivering the expected annualized run-rate of more than 30,000 ounces at current grades that we outlined on our recent call,”

Namib Minerals menargetkan kapasitas penuh dicapai pada Desember 2026. Secara paralel, restart Redwing Mine masih sesuai jadwal, dengan emas pertama ditargetkan pada Januari 2027.

Namib Minerals adalah produsen, pengembang, dan eksplorator emas dengan operasi yang berfokus di Zimbabwe. Saat ini perusahaan mengoperasikan How Mine, sebuah tambang emas bawah tanah di Zimbabwe, dan berencana menghidupkan kembali dua aset di negara itu.

Highlights

  • Kapasitas proses bulanan How Mine diperkirakan naik dari sekitar 40.500 ton menjadi 55.000 ton.
  • Commissioning disebut selesai lebih cepat dari tenggat pertengahan Oktober yang sebelumnya disampaikan.
  • Full capacity ditargetkan tercapai pada Desember 2026, sementara restart Redwing Mine tetap sesuai jadwal dengan emas pertama ditargetkan pada Januari 2027.