Gran Tierra Energy Inc. mengatakan Milli Majlis, parlemen Republik Azerbaijan, telah meratifikasi perjanjian eksplorasi, pengembangan, dan bagi hasil atau EDPSA untuk wilayah darat Guba-Khazaryani pada 5 Oktober 2026. Perjanjian itu sebelumnya ditandatangani perusahaan dengan State Oil Company of the Republic of Azerbaijan pada 18 Februari 2026.

Bagi pembaca yang mengikuti saham energi, ratifikasi ini terutama menegaskan status kontrak yang menjadi dasar operasi Gran Tierra di area tersebut. Perusahaan menyebut dirinya operator dan memegang kepentingan kerja 65% dalam perjanjian eksplorasi, pengembangan, dan bagi hasil onshore di Azerbaijan.

Gran Tierra juga mengatakan telah menyelesaikan penerbangan survei airborne digital full tensor gradiometry, atau dFTG, di Azerbaijan. Program itu mencakup 102 lintasan dengan total 5.775 kilometer lintasan dan area seluas 4.815 kilometer persegi.

Menurut perusahaan, data dFTG akan digunakan untuk membantu menentukan geometri cekungan sedimen dan struktur terkait patahan yang berpotensi menjebak minyak dan gas di Contract Area. Data itu akan digabungkan dengan data seismik dan data sumur eksplorasi yang sudah ada untuk mengoptimalkan pemilihan area akuisisi seismik di masa depan serta lokasi pengeboran eksplorasi dan appraisal.

Gran Tierra menambahkan presentasi korporatnya telah diperbarui dan tersedia di situs web perusahaan. Perusahaan itu mengatakan, setelah penyelesaian penjualan bisnis Kolombia dan Ekuador yang telah diumumkan sebelumnya, operasinya akan berfokus pada Kanada dan Azerbaijan.

Highlights

  • Milli Majlis meratifikasi EDPSA untuk wilayah darat Guba-Khazaryani.
  • Gran Tierra menandatangani perjanjian itu dengan SOCAR pada 18 Februari 2026.
  • Perusahaan menyelesaikan survei airborne dFTG di Azerbaijan seluas 4.815 kilometer persegi.